Tentang Diriku “Rapeja Agustinus”

Rapeja Agustinus

Adakah yang dapat mengetahui tentang dirinya sendiri? Tidak adakan? Bila kita sudah mengetahui seperti hal itu, maka dari itu kita memerlukan yang namanya kaji diri agar dapat mempertajam diri kita serta lebih bermakna lagi tentunya. Manusia tidak lain tidak bukan adalah manusia yang diciptakan sang maha kuasa sebagai mahluk ciptaan Nya yang paling sempurna dibandingkan dengan yang lainnya. Maka dari itu kita seharusnya juga bisa memaknai dan mensyukuri atas apa yang sudah terjadi dan kita alami selama ini. Walaupun secara mahluk ciptaan tuhan paling sempurna, manusia juga tidak luput dari kekurangan dan kelebihan dirinya masing-masing. Seperti saya contohnya, saya memiliki kekurangan dan kelebihan, pada umumnya seluruh manusia ciptaan tuhan juga sama halnya seperti yang saya alami. Setiap manusia pasti pernah merasakan yang namanya kekurangan pada dirinya serta kelebihan yang ia miliki tentunya.

Rapeja Agustinus
Rapeja Agustinus

Saya mengkaji diri serta mendalami bagaimana dengan hidup saya yang masih jauh dari kata baik ini, saya memberanikan membuat tulisan Kaji Diri mengenai Tentang Diriku sendiri. Saya sangat banyak kekurangan dalam hidup disamping diri saya masih sangat tinggi akan egoisme diri, misalkan saja ketika kita sudah berbuat baik atau membagikan suatu kebaikan tetapi tidak ada respon yang baik dari orang sekitar kita, disaat itu juga saya langsung merasakan yang namanya Down, seakan akan apa yang saya bagikan sangat kurang menarik atau tidak penting sama sekali. Terkadang kala saya berfikir ;
“Ach buat apalagi berbagi”…..,
“Ach buat apa juga menciptakan sesuatu yang berbeda”….
“Ach Sudahlah biar aja situ” Bodoh Amat…
“Gak ada gunanya lagi”….bla bla bla bla
Tetapi ada hal lain juga misalkan mengenai hati contohnya, ketika saya merasakan namanya patah hati, atau gagal dalam berhubungan kalau kata keren nya zaman now saat ini sich…hidup itu langsung bagaikan tak berarti untuk saya, down pada diri saya sangat cepat sekali menghampiri saya. Seakan akan hidup saya tidak berguna lagi. Padahal kan bila saya kaji lebih dalam, tuhankan sudah menciptakan manusia itu hidup berpasang pasangan, mungkin saya saya masih mementingkan egoisme hati diri saya sendiri. Mungkin aja sih……he he he. Kekurangan saya paling besar yakni gampang memberikan masukan dan nasihat buat banyak orang tetapi demotivasi buat diri sendiri, yaelah selemah itu ternyata motivasi hidup saya… Jujur saya sangat sulit untuk berbagi masalah ataupun lain sebagainya. Karena dari dulunya saya hidup itu dari kecil jauh dari orang tua, jadi untuk yang namanya sharing atau bercerita itu sangat jarang saya lakukan, sehingga membuat saya susah berbagi dan menceritakan masalah saya serta apa yang alami… Orang melihat secara cover diri saya itu periang, ketawa gak jelas lah (selengekan mungkin juga) , murah senyum padahal…. Wah wah ribetlah cuy hidup saya ini sebenarnya he he he apalagi saya ini sangat cengeng bro, sangat lemah apalagi kalau udah ingat masalah Ibu (Mama) sudahlah bro bro bro… Tapi ingat mbroo, orang menangis atau lemah itu bukan berarti tidak akan pernah bisa buat bangkit. Malahan bisa-bisa menjadi lebih kuat bila sudah meneteskan air matanya mbro….

READ  Kelalaian, Cepat Berpuas Diri, Menggampangkan dan Tidak Disiplin - Tunggu Kehancuran

Kalau dibilang untuk kelebihan saya, saya sangat mudah bergaul, mencarikan solusi dengan berbagi masalah itu basic saya (walau agak sempoyongan sedikit) he he he, dan membuat suatu pembeda antara saya dengan orang lain tentunya (pembeda dalam bekerja). Saya juga merupakan salah satu orang yang bisa dipercaya untuk berbagi, berbagi pengalaman atau juga masalah yang ada…. Sama seperti kata kata diatas sebelumnya, saya sangat mudah memberi masukkan kepada orang lain atau motivasi, tetapi bila kepada diri saya waduhh kacau am…paniang awak kata orang Padang he he he. Kalau masalah loyalitas dan kejujuran  mengenai diri saya boleh di tes Gaess (Monggo bila ingin dicoba), karena selama hidup saya yang saya utamakan dalam diri saya adalah kejujuran dan loyalitas. Pada intinya kelebihan diri seseorang itu dapat dikatakan atau dinilai oleh orang lain pastinya, karena yang melihat dan menilai itu adalah orang lain (netizen) cuy… Kelebihan saya itu lebih sedikit daripada kekurangan saya sebenarnya. Mungkin karena saya sangat susah membuka diri dan berbagi makanya bisa seperti ini kejadiannya deh…mungkin ada lain???

Dengan begitu juga saya jadi paham seharusnya dan selayaknya kita manusia itu harus perbanyak untuk mengkaji diri dan mendalami diri kita kearah mana, dampaknya seperti apa, agar kita paham mbroo dan gak jadi salah ambil langkah untuk masa depan ataupun hidup kita kedepannya. Selagi masih ada waktu, saya ingin memanfaatkan waktu tersebut untuk mengkaji diri saya sendiri lebih dalam dan memahami kekurangan saya sebelumnya untuk menjadi bahan perbaikan kedepannya agar dapat lebih baik dan benar lagi. Karena semua itu akan berdampak kehidupan saya selanjutnya, bila saya tetap Ego dan tidak berubah sama sekali maka akan kekurangan diri saya terus yang lebih dominan. Tuhan sudah memberikan saya nikmat dan karunia yang besar buat kehidupan saya selama 24 tahun ini, rasa syukur dan sabar saya akan lebih tingkatkan agar bisa memiliki kepribadian yang baik dan benar kedepannya. Inilah diri ku, inilah kekurangan dan kelebihanku, kebaikan hidupku tergantung diriku, keburukan hidupku juga tergantung diriku.

Latest posts by Rapeja Agustinus (see all)
Hosting Unlimited Indonesia
Rapeja Agustinus
Next Post

No more post

Tempat Tanggal Lahir : Medan, 17 Agustus 1996 Dilahirkan dari pasangan Ayah : Perdana Karo Sekali Ibu : (Alm) Sadakata Br. Sembiring Depari. Sekilas Pendidikan dari saya : SD : 101821 SDN 6 Pancur Batu SMP : SMPN 2 Pancur Batu SMA : SMAN 1 Pancur Batu Dan menempuh jenjang D-III di Politeknik Pos Indonesia Bandung selama 3 Tahun. Bekerja di BGA (PT. KMB) mulai dari 1 Juni 2018 bertempatan di Admin EHS CMNT dan pada tanggal 1 Januari 2020 pindah Ke Region Mentaya sebagai Admin EHS Regional Mentaya hingga sampai dengan saat ini. Berikut beberapa tulisan saya : 1. Tulisanku di Militansi.impianclub.com 2. Tulisanku di Militansi.com 3. Khusus Tulisan Tentang Diri

You May Also Like

2 Comments

  1. Keren pak… ijin memberikan Argumentasi ya pak. Mohon maaf, jika kurang tepat, membuat bapak tersinggung atau membuat bapak gak enak, Saya mohon maaf !

    Idealnya : berbuat kebaikan, gak usah harus dipuji atau diapresiasi oleh orang atau siapapun. Namun, yang perlu tanamkan dalam diri “bahwa yang saya bagikan ini, sesuatu yang baik/positif – mau dikomentarin atau tidak – yang penting saya sudah memberikan atau berbagi sesuatu yang baik”. Gak usah pamrih, ya Mbro !

    Bukan kah, kita yakini bahwasanya Tuhan itu Maha Adil “semakin banyak kita memberi dengan keihklasan dan sabar, Tuhan akan membalasnya dengan apa yang kita berikan tersebut”.

    Saya jadi ingat Cuy… dengan seseorang. Beliau menuliskan “Menabung untuk pulang, karena mati itu pasti, pasti itu milik Allah SWT” dan menyampaikan ke saya: sampaikanlah keluh kesahmu (curhat) ke orang yang dipercaya, jika tidak ditanggapi – paling tidak ada sedikit berkurang beban yang kita rasakan. Benar gak, Mbro?…

    Sekedar saran saja Guys: “Gak usah ada terbersit sedikitpun dalam pikiran kita, apalagi diucapkan – yang mengatakan diri kita HEBAT – ini bukti kesombongan“. Saran aja ya Mbro…

    Sabar… sabar… sabar… selalu berbagi sesuatu yang baik atau bernilai positif.

    Sekedar saran ya Mbro :

    1. Coba dilengkapi dengan Blue Print (tujuan hidup: jangka pendek, menengah dan jangka panjang).
    2. Buatkan tujuan dalam hal karir, finansial, keluarga, ibadah, dll. Karena apa yang kita tuliskan dan pikirkan, itulah yang bakal terjadi. Pengalaman hidup saya ini Mbro!
    3. Sampaikan keinginan-keinginan ke depan, selalu diucapkan dan disampaikan – ucapan itu adalah do’a
    4. .

    Thanks Mbro, tetap semangat… teruslah mengkaji !

  2. Bener adanya seperti itu dahulu kala kurang lebih nya pak… Bener adanya juga bila kita berharap itu malah akan membuat kita sakit dan terus berharap tanpa kita tau akhirnya bagaimana…..
    Saya setelah mengkaji diri , fokus utama saya :
    1. Lebih mendalami diri (kaji diri sendiri).
    2. Lebih fokus kehidupan saya kedepannya.
    3. Tidak perduli apa yang dikatakan orng tentang saya (netizen) negatif.
    4. Akan saya jadikan Intropeksi diri saya seluruh masukan, komentar orang mengenai saya untuk lebih baik.
    5. Berkembanh, dan tumbuh tentunya.
    6. Menikmati anugerah yang diberikan sang Maha Kuasa kepada saya.
    7. Mensyukuri atas apa yang sudah saya alami selama ini.
    8. Dan hal positif lain tentunya.

    Karena pada dasarnya, cepat atau lambat saya harus bisa cepat balik ke Basic Dasar hidup saya yang lebih baik dan positif. Karena kita sebagai manusia tidaklah mengetahui sampai kapan kita bisa menghirup udara di muka bumi ini.

    Terimakasih saya ucapkan kepada bapak sebagai atasan saya, teman saya, sahabat saya dan lebih lagi sebagai orang tua buat saya utamanya. Terus nasehatin saya pak, agar bisa lebih baik lagi kedepannya. Dan apa yang bapak katakan dahulu “Saya ingin melihat anda bisa lebih baik dan sukses dari saya cuy” bisa terwujud dengan proses yang kita jalani saat ini. Amin.amin.amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares
0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty