Mental Pengusaha Versus Mental Pegawai

Saya sangat sering mendengar keluhan :”Saya sangat ingin berbisnis, tetapi saya tidak memiliki modal”. Ini hampir pasti calon pegusaha bangkrut. Siapapun yang “sial” titip modal ke dia pasti kehilangan uangnya. Atau dia sendiri yang kehilangan uang, rumah bahkan mungkin isterinya. Yang lebih sering adalah dia kehilangan tabungan seumur hidupnya, atau pesangonnya.

Tidak sedikit mantan direktur perusahaan besar, BUMN dan sebagainya yang menggunakan uang pesangonnya untuk membangun usaha yang diatas kertas hasilnya bagus. Dan seperti bisa di duga, mantan direktur yang ahli manajemen top ini, bangkrut mungkin dalam hitungan bulan atau tahun. Yang jelas bangkrutnya dibawah 10 tahun jika dia baru pertama kali membangun usaha sendiri. Pak Tanri Abeng yang dulu disebut sebagai manajer 1 milyar, sampai sekarang tidak pernah berhasil membangun usahanya sendiri. Sudah berkali kali dicoba tetap saja bangkrut. Beliau mengatakan “kutukan orang tua”, yang berharap beliau jadi pegawai.

Yang sudah cukup lama di group SMS dan FCA tahu apa arti “kutukan orang tua” yang dimaksud pak Tanri Abeng itu, yaitu pola pikir kita. Yang ditanam terutama oleh orang tua kita. Sayangnya, dengan kapasitas sekelas beliau, tidak akan ada orang yang berani mengubah pola pikirnya. Anda pun pasti tidak akan berani mengajak pak Tanri Abeng mendengarkan ATBS dan berproses di group SMS, kemudian ke kelas bisnis dan terakhir ke FCA. 😂😂

“Calon pengusaha” yang bingung dengan modal itu sebenarnya tidak ingin menjadi pengusaha. Dia hanya ingin memiliki usaha dimana dia bisa bekerja di dalamnya. Mentalnya masih mental pegawai. Karena itu dia butuh modal sebesar yang bisa diperoleh, supaya hasilnya atau gajinya bisa semaksimal mungkin. Dia akan menjual atau menggadaikan rumah ke bank, untuk menambah uang pesangonnya. Kemudian dia akan mengelola bisnisnya seperti saat dia di kantor memimpin sebuah perusahaan besar, dan bangkrutlah dia. Sangat beda memimpin sebuah perusahaan yang sudah memiliki sistem seperti tempat dia jadi direktur dulu, dg yang belum punya sistem seperti yang sekarang. Kalau dulu semua sudah tertata rapi, sekarang semua pihak yang dia ajak kerjasama sedang berusaha menipunya.

READ  Bagaimana Membuang Kecenderungan Negatif Dalam Diri

Seseorang menjadi pengusaha dengan 3 cara :

1. Entrepreneur by Born, sejak kecil sudah berada di lingkungan pengusaha dan dilatih berpikir seperti pengusaha. Atau seseorang yang sejak kecil sudah bakat menjadi pengusaha dan akhirnya menemukan jalannya saat masih remaja.

2. Entrepreneur by Accident, menjadi pengusaha karena keterpaksaan. Tidak diterima dimana mana, di pecat, PHK dan sebagainya. Biasanya mulai dari yang kecil kecil, kemudian membesar dan bangkrut. Mulai lagi, membesar dan bangkrut, Setelah beberapa kali bangkrut, sebagian kecil akan menemukan jiwa dan pola pikir pengusahanya. Sebagian akan berhenti, dan sebagian lagi akan tetap menjalankan usaha kecil kecilan dimana dia bisa bekerja dengan nyaman sampai tua disana.

3. Entrepreneur by Trained. Ada dua cara, yaitu magang kepada seorang pengusaha, mengabdi kepadanya selama bertahun tahun untuk belajar. Berhasil tidaknya tergantung kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan pengusaha itu. Atau cara lain, menurut Robert T Kiyosaki dan Donald Trump (Why we want you to be rich), yaitu bergabung dengan sebuah bisnis networking.

Baik melalui magang maupun bergabung dengan bisnis networking, polanya sama, membenahi 2 pola pikir secara bersamaan :
1. Meningkatkan plafon rejeki.
2. Mengubah pola pikir pegawai menjadi pola pikir pengusaha. Entah pengusaha kuadran kanan atau kiri tergantung dimana Anda belajar. Jika belajar ke pengusaha kuadran kiri, maka Anda akan menjadi pengusaha kuadran kiri / Self Employed (pelaku usaha), kalau belajar ke pengusaha kuadran kanan, hasil akhirnya adalah menjadi pengusaha kuadran kanan atau pemilik usaha (Business owner).

Bagaimana dengan Anda ?

Singapura, 23 Maret 2019
Sigit Setyawadi.

Catatan : Bu Wati jalan jalan dengan teman teman. Saya seperti biasa, lebih senang di kamar hotel saja menulis ini 😁😁

READ  Buku-Buku Tentang Perbaikan Diri

Copas materi dokter Sigit dari atas KAPAL PESIAR CRUISE

Hosting Unlimited Indonesia

Teman-teman, sahabat, keluarga dan siapapun untuk berbagi hal yang positif "tentang diri" di website/blog ini, boleh pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Misal: dari malas menjadi rajin, dari suka menunda menjadi langsung action, dari yang suka menyalahkan menjadi koreksi terhadap diri atau hal-hal positif lainnya tentang diri. Cara-caranya ada di sini : Tutorial Menulis, Membalas Komentar, Update Profil dan SEO

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty