Memaknai Kemerdekaan, seperti apa?…

Selamat sore.
Para sesepuh, para senior, dan teman teman seperjuangan.
Izin menyalurkan hobi menulisnya di Group ini.

MEMAKNAI KEMERDEKAAN, seperti apa?

Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merdeka dari belenggu penjajah. Cita – cita kemerdekaan tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu :

“…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”

Kemerdekaan tahun 1945 bukanlah akhir dari perjuangan rakyat Indonesia, melainkan awal dari kemerdekaan berpikir, bergerak dan bertindak. Ketiadaan musuh bersama (common enemy) justru melemahkan semangat perjuangan. Pertanyaannya, perjuangan seperti apa setelah kemerdekaan ini?

Perjuangan melindungi segenap bangsa Indonesia
Kedaulatan bangsa akan terganggu apabila berketergantungan kepada bangsa lain. Oleh sebab itu kita harus berdikari (berdiri diatas kaki sendiri). Rakyat harus bisa memproduksi bahan dan barang kebutuhannya sendiri, terutama hal yang menguasai hajat hidup seperti sandang, pangan (sembako) dan papan. Banggalah jadi produsen, jadi petani, jadi pekebun, jadi penghasil bahan dan barang kebutuhan sendiri.

Perjuangan kesejahteraan umum.
Sejahtera bukan dalam artian memiliki uang, tapi tercukupi kebutuhan hidup dan bisa saling bantu kepada orang lain (berbagi). Adakalanya kita membantu orang lain, dan ada kalanya kita dibantu orang lain, tanpa pamrih. Bergabunglah dikomunitas yang saling berbagi sesama anggotanya tanpa pamrih.

Perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemampuan literasi, yaitu mencari tahu, memahami, dan mengajarkan. Kata terakhir menjadi kunci kecerdasaran, dimana ilmu, pengetahuan dan pengalaman diajarkan dari generasi ke generasi seperti bola salju yang kian membesar. Mencari ilmu itu mudah, hanya inisiatifnya yang susah. Memiliki segudang Ilmu, tapi tidak diajarkan ke orang yang tepat, ilmunya tiada berguna, hilang ditelan waktu.

READ  Fokus Perbaikan YH 2021

Pepatah mengatakan, tuntutlah ilmu dari ayunan sampai keliang kubur. Tuntutlah ilmu artinya berusaha mendekatkan diri pada guru agar diberikan keberkahan ilmu. Bukan mencari ilmu tanpa guru, yang berujung pada kesesatan.

Perjuangan melaksanakan ketertiban
Ketertiban tercipta karena penerimaan atas nilai – nilai universal, lintas SARA (suku, adat istiadat, ras dan agama). Semua rakyat memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Nilai – nilai universal ini dipahami oleh orang yang berilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, sewajarnya orang yang berilmu pengetahuan yang diangkat beberapa derajat dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu ilmu tentang kehidupan dunia dan ilmu tentang kehidupan akhirat. Jadilah orang yang berilmu pengetahuan.

Perjuangan demi keadilan sosial.
Keadilan dapat dipahami dengan istilah “more you give, more you get”. Seseorang yang memberi lebih banyak untuk kepentingan bangsa dan negara, maka dia lah yang berhak memperoleh fasilitas lebih layak dari negara. Dalam skala lebih kecil, seseorang yang memberi lebih banyak di komunitasnya, maka berhak memperoleh fasilitas lebih layak. Semua ini memerlukan pembuktian diri diawalnya untuk diakui sebagai orang yang memberi lebih banyak (bukan meminta lebih banyak).

Secara de yure, Indonesia telah merdeka. Sebagai generasi penerus, kewajiban setiap orang untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Berjuang mewujudkan cita – cita kemerdekaan.

Ayo generasi muda… ambil tongkat estafetnya… isi kemerdekaan… bersama kita berjuang. Merdeka…….

Sumber : BPI (Best Planters Indonesia)

Loading

Ikuti Saya
Latest posts by Budi S @ImpianClub (see all)
Hosting Unlimited Indonesia

Teman-teman, sahabat, keluarga dan siapapun untuk berbagi hal yang positif "tentang diri" di website/blog ini, boleh pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Misal: dari malas menjadi rajin, dari suka menunda menjadi langsung action, dari yang suka menyalahkan menjadi koreksi terhadap diri atau hal-hal positif lainnya tentang diri. Cara-caranya ada di sini : Tutorial Menulis, Membalas Komentar, Update Profil dan SEO

Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty